Edukasi 3D Printing Dapat Meningkatkan Kreatifitas dan Pola Pikir

Edukasi 3D Printing

Edukasi 3D Printing

Sejak bulan Agustus 2017 sampai Juli 2018 peneliti dari Universitas Macquarie di Sydney telah melakukan studi yang mengarah kepada pemecahan masalah dalam meningkatkan kualitas diri para murid sekolah dasar. Studi yang telah dilakukan sepanjang tahun ini adalah tentang manfaat dari pembelajaran 3D Design dan Printing. Dari penelitian tersebut observasi dilakukan dengan 27 guru dari tiga sekolah yang telah mengikuti pelatihan desain secara profesional. Lalu ada 500 murid yang berpartisipasi dan pembelajaran 3D Printing ini menggunakan software 3D Makers Empire.

Dari penelitian tersebut mereka mengajak para murid untuk belajar ilmu 3D Design dan pengaplikasian teknologi 3D Printing dengan konsep Makerspaces. Konsep ini telah banyak dianjurkan untuk menjadi cara bagaimana mengembangkan soft skill para murid. Makerspaces itu sendiri biasanya akan berbasis dengan STEM. Lalu studi penelitian ini diuji dengan memperhatikan aktivitas murid pada saat mendesain 3D dan menggunakan mesin 3D Printer Desktop.

Hasil dari studi penelitian tersebut adalah teknologi ini menghasilkan suatu energi positif yaitu meningkatkan pola pikir dan kreatifitas murid. 3D Printing dapat meningkatkan hasil belajar mereka di dalam kelas. Studi penelitian tersebut juga menunjukkan bahwa pengajaran ilmu 3D Printing ini sangat efektif untuk pengembangan diri. Bisa dilihat saat murid belajar kemudian mereka menjadi mampu mendesain dan memiliki keterampilan digital. Mereka juga menjadi mampu berpikir kritis. Pada akhirnya para peneliti menyimpulkan bahwa 3D Printing sangat mampu menggali potensi para murid sekolah dasar. Ilmu dan teknologi ini juga mengajak murid menjadi lebih mandiri dalam mencari solusi dan penyelesaian masalah. Dan yang tidak kalah bagusnya adalah pembelajaran ini meningkatkan kepercayaan diri mereka.

Beberapa guru menyimpulkan bahwa 3D Printing menghasilkan suatu yang lebih kolaboratif dan fleksibel. 3D Printing juga membuat mereka menjadi nyaman dengan teknologi. Dari pembelajaran ini banyak guru memasuki kemitraan belajar dengan siswa. Beberapa guru juga menyimpulkan pembelajaran ini memungkinkan mereka untuk menerapkan kurikulum yang terintegrasi.

Edukasi 3D Printing

Begitu pula di Jakarta – Indonesia ada sebuah makerspace yang menerapkan pembelajaran 3D Printing berbasis kurikulum STEM/STEAM. Makerspace ini bernama Inspira Academy. Inspira Academy merupakan lembaga pendidikan yang memberikan pembelajaran 3D Printing dan Robotik yang berbasis STEAM. Untuk informasi lebih lanjut kunjungi website Inspira Academy dengan cara klik di sini.

 

Sumber: http://www.3ders.org/articles/20181101-study-shows-3d-printing-could-enhance-design-thinking-and-creativity-in-primary-schools.html

You may also like...