Pertama kali di dunia: Bus Shelter dibangun dengan teknik 3D Printing
China membuat nama baiknya semakin terdengar dengan menciptakan sesuatu yang inovatif yaitu membangun bus shelter yang dibangun dengan teknik 3D Printing. Struktur inovatif yang mulus ini mengintegrasikan ilmu pengetahuan dan teknologi. Selain kedua unsur tersebut bus shelter 3D Print juga berintegrasi dengan alam. Bangunan 3D Printing ini dipersembahkan oleh Perusahaan WinSun Construction Technologies di Shanghai. Pembuatan bus shelter yang dibangun untuk pemberhentian transportasi umum ini berlokasi di daerah Zhangjiang National Innovation Demonstration Zone yaitu Jinshanyuan. Lebih tepatnya bus shelter 3D Print pertama itu berlokasi di jalan pedesaan yaitu Fengjing.

Bus Shelter
Kebanyakan peminat dari teknologi 3D Printing sudah tidak asing dengan WinSun karena daerah tersebut merupakan salah satu peminat 3D Printing terbanyak. Konstruksi bangunan disana kebanyakan dibangun ulang dengan metode dan struktur 3D Printing. Renovasi bangunan terlihat di perumahan dan halaman yang lingkungannya menggambarkan tradisional dan modern tergabung dalam satu tempat. Beberapa toilet umum diketahui juga dibangun dengan teknik 3D Printing. That’s so incredible, isn’t it?
Oleh karena itu bukan suatu yang asing lagi disana jika pembangunan bus shelter menggunakan teknologi 3D Printing. Sebuah pabrik yang bertanggung jawab dalam pencetakan bus shelter tersebut dibekali seluruh perlengkapan dan tinta 3D Printing oleh pemerintah. Setelah proses cetak 3D itu selesai bus shelter diangkut ke lokasi dan dipasang sebagaimana mestinya untuk siap digunakan. Bus shelter tersebut memiliki bentuk yang unik karena didesain seperti bingkai persegi panjang dan memiliki lingkaran tertutup di tempat duduknya. Struktur permukaan bus shelter menampilkan hasil dari tinta original asli yang terlihat jelas. Perhatian penuh dari para pengamat membuat bus shelter ini terlihat semakin luar biasa. Para pengamat memperhatikan bagaimana bus shelter tersebut berhasil dicetak dengan ink nozzle 3D Printer secara layer per layer. Material berwarna abu-abu yang digunakan untuk membangun bus shelter berasal dari berbagai merk yang berkualitas tinggi.
Semua material yang digunakan bertujuan untuk mendapatkan hasil yang natural. Dilansir dari laman 3ders.org bahwa material keabu-abuan tersebut merupakan bahan yang ramah lingkungan dan berasal dari daur ulang. Alasan material abu-abu sengaja dipilih karena material tersebut diharapkan dapat menyatu ke dalam gaya kuno yang dimiliki oleh kota Fengjing. Pengguna bus shelter 3D Print disana kebanyakan dari pedesaan dan kota. Para penumpang dibuat terkejut dengan adanya hal baru tersebut karena biasanya tidak ada bus shelter disana sebelumnya. Bahkan sebelumnya disana hanya ada tanda pemberhentian bus saja. Penduduk sekitar mengakui bahwa mereka setiap hari melewati jalan di bus shelter tetapi sama sekali tidak menyaksikan proses pembangunan. Lalu mereka seketika dibuat kagum karena bus shelter tersebut tiba-tiba terpampang nyata berdiri dan siap untuk digunakan oleh umum.
Fakta ini menunjukkan bahwa konstruksi atau pembangunan sesuatu yang menggunakan teknik 3D Printing seperti bus shelter Fengjing terbukti berhasil. Bus shelter tersebut juga membuktikan bahwa 3D Printing memberikan kepraktisan dan memperoleh solusi. Mereka berharap bahwa kedepannya semua bus shelter selanjutnya dapat dibangun dengan cara yang sama. Pemerintahan di kota Fengjing secara aktif mulai mempromosikan suatu inovasi yang berhubungan dengan bisnis dan teknologi untuk menjadi prasarana daerahnya. Mereka merencanakan sebuah pembuatan jalan yang dibuat dengan sumber desain dan teknologi yang sama yaitu 3D Printing. Pembangunan taman dan ‘technology town’ yang ingin dilakukan secara arsitek dengan 3D Printing juga menjadi dua tujuan dan cita-cita.